Loading...
AgamaSainsThe Lectures

Islam, Sains, dan Etika

Perkembangan sains mutakhir berlangsung sedemikian pesat. Sebagain di antaranya bahkan menerobos batas-batas etika yang berlaku dalam masyarakat, baik etika keagamaan, etika tradisi, maupun etika kemanusiaan. Hal ini mencuatkan perdebatan: sampai batas mana sains bisa berkembang? Sebatas apa toleransi yang bisa diberikan untuk pengembangan sains agar tidak menabrak batas-batas hakiki nilai kemanusiaan? Nah, kita perlu memahami perdebatan sains dan etika ini.

BACA JUGA:   Tawheed as a Socio-Ethical Base
21 comments
  1. Yusni Antika

    Menurut saya genome editing melanggar norma agama pak. Walaupun ia berpotensi untuk menghasilkan anak yang bebas penyakit, tetapi hal ini tidak dibenarkan dalam Islam karena bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Pengklonan manusia atau genome editing tidak memerlukan benih bapak dan melibatkan pihak ketiga sebagai penyumbang sel atau ibu tumpang. Oleh karena itu, teknologi genome editing ini bertentangan dengan asas pembiakan manusia yang dibenarkan dalam Islam yaitu
    anak yang lahir mestilah dari benih ibu dan bapak yang mempunyai ikatan perkawinan yang sah tanpa melibatkan pihak ketiga. Ini adalah penting bagi menjaga keturunan manusia supaya jelas dan terpelihara, dan memastikan kebajikan anak yang lahir terjaga.

  2. Harum sari handayani

    Ia mengklaim telah melakukan genome editing untuk melahirkan 2 orang kembar , lula dan nana dari orang tuaa yang mengidap HIV agar tidak mewarisi penyakit mematikan itu dari orang tuanya

  3. Fita nur lifian

    Menurut saya jika untuk melakukan bayi tabung tidak melanggar norma” agama atau kedokteran ataupun kemanusiaan pak karena ini merupakan salah satu usaha kita sebagai seorang manusia berusaha ingin mempunyai keturunan tetapi jikaa sudah di diagnosa oleh dokter bahwa seseorang itu akan sulit untuk mempunyai anak sehingga sebagai manusia kita berusaha dan berdoa

  4. 1910201210 DIAN INDAH KURNIAWATI

    Menurut saya dalam segi etika agama bisa bertentangan, misalnya seperti proyek chispir, pada proyek chispir ini mewujudkan manusia super kuat yang bisa dihasilkan oleh teknologi untuk diwujudkan oleh sains masa depan dengan kekuatan super, tapi dari sisi etika agama ini disebut rekayasa takdir yang telah di berikan oleh Allah Swt di samping itu juga ini melanggar hak orang tersebut. Sedangkan dari sisi sains ini bisa dikembangkan untuk orang atau seseorang yang memiliki penyakit hereditas seperti Dm, hipertensi bahkan penyakit imunitas seperti hiv aids yang ingin memiliki anak tanpa membawa penyakit bawaan dari orang tuanya.

  5. Karunia Ningrum

    Menurut saya perkembangan sains yang semakin maju yang akan menghasilkan inovasi baru berhubungan dengan organ makhluk hidup tentunya sebelum berhasil akan mengorbankan manusia atau hewan yang menjadi spesimen/percobaan. Hal ini temtu saja tidak baik untuk individu yang dijadikan uji coba. Setiap perkembangan teknologi tentu memiliki sisi positif dan negatif.

  6. FITRIANA PUSPITASARI

    Menurut saya melakukan genome editing tidak wajar, karena memodifikasi embrio agar tidak mewarisi penyakit sama saja dengan mempermainkan kehendak Tuhan dan kita tidak tahu apakah hal ini bisa menyebabkan perubahan berbahaya pada sebagian sel di masa depan atau tidak.

  7. MAHA RANI NUR RAHMI

    Menurut saya yang dilakukan oleh Jianqui pasti ada sisi positif dan negatifnya serta haram dalam Islam. Yang dilakukan juga disayangkan karena dilakukan dengan dilandasi dari kepentingan politik.

  8. Putrika Nur Ichsanti

    Menurut pandangan saya terkait teknologi tersebut sangat bagus namun apabila berlebihan dan menimbulkan mudharat lebih baik dihindari apabila tidak dalam keadaan terdesak

  9. FITRIANA PUSPITASARI

    Menurut saya melakukan genome editing tidak wajar, karena memodifikasi embrio agar tidak mewarisi penyakit sama saja dengan mempermainkan kehendak Tuhan dan kita tidak tahu apakah hal ini bisa menyebabkan perubahan berbahaya pada sebagian sel di masa depan atau tidak.

  10. Melina Wati

    Menurut saya jika dilihat dari segi keagamaan metode tersebut kurang pas karena Allah sudah menetapkan takdir dan menciptakan umatnya dengan sebaik baiknya.

  11. Elva purnama dian

    Salam pak izin menjawab pertanyaan yang terkait penelitian ye jenkui terkait pelanggaran kode etik, saya setuju terkait dengan profesor he jenkui itu melanggar karena tidak tidak ada publikasi resmi yang dilakukan tetapi dari beberapa Ilmuwan biasa menggunakan metode ini untuk melakukan eksperimen seluler di laboratorium. Metode yang sama juga diterapkan untuk memproduksi tanaman pangan dan ternak unggul. Penerapan metode ini pada manusia sifatnya sangat eksperimental. Dalam kasus He Jiankui, metode CRISPR-Cas9 digunakan untuk mengedit gen CCR5 dalam utas DNA agar lebih resisten terhadap HIV.

  12. Dinda Siti Maryam

    Sebuah penemuan yang dilakukan oleh Profesor He Jianqui seorang ilmuan yang mengubah gen pada bayik baru lahir yang bisa membuatnya kebal terhadap infekai virus AIDS memiliki tujuan yang sangat bagus, namun dokter tersebut malah mendaptkan hukuman 3 tahun penjara dan denda karena tidak melakukan ethical clearance
    Penemuan tersebut bisa dikembangkan agar tidak bayi yang lahir dan tumbuh menjadi dewasa yang kebal penyakit atau virus sehingga tingkat kematian dan kesakitan bisa menurun di dunia

  13. Milleana arsyanti

    terimakasih bapak atas materi yang disampaikan dan diskusi kelas pada siang hari ini…dari sini saya pribadi dapat menyimpulkan bahwa mengenai transplatasi terdapat beberapa pendapat yang pro dan kontra.
    pendapat berkaitan dengan agama, ulama menolak pelaksanaan transplatasi karena hal tersebut bertentangan dengan fitrah bahwa tubuh manusia adalah suci dan tubuh manusia sebagai amanah. sedangkan pendapat yang mendukung pelaksanaan transplatasi menyebutkan bahwa ketika dua kepentingan yang saling bertentangan bertemu, maka kepentingan yang dapat membawa manfaat yang lebih besarlah yang didahulukan.

  14. Anisa Miftahul Janah

    menurut pendapat saya mengenai Profesor He Jianqui yang mengubah gen bayi kembar kurang setuju, apalagi dalam penelitiannya Profesor He Jianqui memakai embrio yang sehat dan itu sudah melanggar etika sains dan hal ini menjadi kontroversi di kalangan para ahli sains, disamping itu mengubah gen dalam islam juga menurut saya sudah menyalahi aturan, bahwa bisa dikatakan bahwa Professor He Jainqui ini mendahului kuasa Allah dalam menciptakan mahluknya.

  15. Tanti Nurhayati

    Menurut pendapat saya mengenai Profesor He Jianqui yang mengubah gen bayi kembar kurang setuju karena mengubah gen dapat dikatakan menyalahi aturan dan bisa dikatakan bahwa Professor He Jainqui ini mendahului kuasa Allah dalam menciptakan mahluknya.

  16. 1811401016 INGE MAY RATI

    Niat dari profesor He baik, untuk membantu para bayi agar tidak tertular HIV dari orang tuanya. Namun masih banyak pro dan kontra. Salah satunya adalah tidak adanya persetujuan dan juga laporan bahwa dia akan melakukan tindakan modifikasi gen tersebut kepada pihak yang bertanggungjawab dan khalayak umum. Dimana hal tersebut menyalahi aturan dan etika penelitian.

    Di kemudian hari semoga hal ini dijadikan pelajaran oleh profesor He dan ilmuan lain untuk memenuhi persyaratan dan etika penelitian. Supaya penelitian yang dilakukan bisa dikembangkan secara intens dan lengkap.

  17. Fajrina Rizti Nur Hanifah

    Menurut saya, dari segi agama mungkin bertentangan tetapi CRISPR akan dianggap halal dalam Islam jika memenuhi persyaratan seperti hanya digunakan untuk tujuan medis terutama untuk mencegah atau mengobati penyakit, tidak adanya masalah dan dengan peraturan yang tepat sesuai agama. Akan tetapi CRISPR juga bagus untuk kemajuan teknologi meskipun disamping itu ada berbagai hal-hal positif dan negatif yang dapat ditimbulkan.

  18. Fajrina Rizti Nur Hanifah

    Menurut saya CRISPR bagus untuk kemajuan teknologi walaupun di samping itu ada berbagai hal-hal positif dan negatif yang dapat ditimbulkan. Akan tetapi dari sisi agama sangat bertentangan namun CRISPR akan dianggap halal dalam Islam jika memenuhi persyaratan seperti : hanya digunakan untuk tujuan medis terutama untuk mencegah atau mengobati penyakit, tidak terdapat masalah keamanan serta terbukti kemanjurannya dan dengan peraturan yang sesuai.

Leave a Reply

Your email address will not be published.