Loading...
AgamaSainsThe Lectures

Tafsir Saintifik: Sejarah

Al-Quran banyak mengandung narasi sejarah, terutama sejarah ummat manusia terdahulu. Hal itu tidak lain dimaksudkan agar ummat Islam mengambil pelajaran penting dari sejarah ummat terdahulu. Akan tetapi, sebagian narasi historis itu kadang sering dilupakan orang. Padahal, narasi sejarah di dalam al-Quran memiliki informasi otentik yang berguna bagi ummat manusia saat ini.

Narasi sejarah dalam al-Quran banyak mengungkapkan tentang bangsa tertentu, orang-orang tertentu, tempat-tempat tertentu, gejala-gejala sosial tertentu, dan jenis-jenis malapetaka yang menimpa sekelompok orang tertentu. Tentunya, informasi otentik seperti ini sangat penting untuk mengarahkan sejarah ummat manusia di masa depan, termasuk di antara untuk melakukan mitigasi bencana, rekayasa sosial, penelusuran jejak genetik, dan lain-lain.

Sejarawan modern mengembangkan seperangkat sistem metodologis yang sangat berguna bagi pengembangan historiografi modern. Dengan seperangkat metodologi itu, mereka menemukan jejak-jejak sejarah masa lalu yang sangat otentik. Dan uniknya, temuan-temuan sejarah oleh sejarawan modern ini sejajar dengan narasi al-Quran.

 DAFTAR PUSTAKA
1.Deming, David (2010). Science and Technology in World History: Early Christianity, the Rise of Islam and the Middle Ages. Volume 2. North Carolina and London: McFarland & Company, Inc.
2.Iqbal, Muzaffar (2007). Science and Islam: Greenwood Guides to Science and Religion. Connecticut and London: Greenwood Press
3.McGinnis, Jon and David C. Reisman (2004). Interpreting Avicenna: Science and Philosophy in Medieval Islam. Proceedings of the Second Conference of the Avicenna Study Group. Boston and Leiden: Brill
4.Sardar, Ziauddin and Ehsan Masood (2006). How Do You Know?: Reading Ziauddin Sardar on Islam, Science and Cultural Relations. Pluto Press
5.Huff, Toby E. (2003) The Rise of Early Modern Science: Islam, China, and the West. Cambridge University Press
6.Nasr, Sayyed Hossein (2007). Science and Civilization in Islam. Kazi Publications
7.Hogendijk, Jan P. and Abdel Hamid Sabra (2003). The Enterprise of Science in Islam: New Perspectives. Dibner Institute Studies in the History of Science and Technology
8.Turner, Howard R. (1997). Science in Medieval Islam: an Illustrated Introduction. University of Texas Press
9.Masood, Ehsan (2008). Science and Islam: A History. Icon Books
10.Haroun, Nabil A. (2003). Why Islam Proofs of Modern Science. Dar An-Nashr for Universities
BACA JUGA:   Sains, Agama, dan Tuhan
One comment
  1. Ajuwisa I Saban

    Apa yang di maksud dengan ham-amana?

    – Banjir Nuh
    Bruce Masse, ahli purbakala di Laboratorium Los Alam New Mexico. Ia telah meneliti sebagaian besar folklore di seluruh dunia, dan menyimpulkan bahwa banyak suku di dunia mengenal air bah yang menenggelamkan wilayah mereka.

    – Kisah Yusuf
    Ketika masih kecil, ia dibuang oleh saudara-saudaranya ke dalam sumur tua melalui sebuah drama penerkaman serigala di padang gembala dan ditemukan oleh pedagang kemudian menjualnya sebagai budak dengan harga sangat tinggi, karena ia berwajah tampan. Ketika Yusuf sudah dewasa ia membuktikan dirinya sebagai pejabat yang cakapm ia sukses menjalankan program ketahanan pangan di negeri Mesir. Yusuf akhirnya bertemu kembali dengan seluruh keluarganya yang sudah lama terpisah. Kedua belas bersaudara itu akhirnya berkumpul bersama dan tinggal di negeri Mesir secara turun-temurun.

    – Kisah Firaun
    Ketika kekuasaan datang silih berganti di Negeri Mesir selama beberapa abad, lama-kelamaan penguasa berikutnya semakin despotik. Bani Israil yang awalnya merupakan imigran akhirnya semakin termarginalosasi oleh sistem perbudakan dalam masyarakat Mesir. Raja Mesir(Firaun) yang datang kemudian (kemungkinan merupakan Raja Ramses II atau Raja Merneptah) menjadi seorang tiran yang despotiolk, bahkan menganggap diri sebagai tuhan. Allah akhirnya mengutus Musa untuk menyerukan 2 hal kepada Firaun :
    • Beriman kepada Allah
    • membebaskan perbudakan terhadap Bani Israil awal

    – Tangisan Langit Untuk Firaun
    Sampai abad ke-18, teks Al-Qur’an tersebut hanya dimaknai sebagai kutukan Allah atas kekejaman dan kesombongan Firaun. Akan tetapi, jalan ke arah pemahaman terhadap teks Mesir kuno baru terbuka ketika ditemukannya Batu Prasasti Rosetta pada tahun 1799 di Kota Rasyid, wilayah delta Sungai Nil. Salah satu naskah kuno yang berhasil diterjemahkan ialah beberapa pyramid text yang terletak di pemakaman Firaun. Salah satu hasil terjemahan pyramid text tersebut ialah sebagai berikut :”Langit menangisimu, bumi menangisimu, ketika engkau dikirim ke surga sebagai bintang”

    – Sejarah Firaun
    Yusuf dan Musa, keduanya merupakan utusan Allah yang ditinggal di Mesir. Akan tetapi, keduanya berasal dari zaman yang berbeda. Yusuf mendapati Raja Mesir yang bijak, bisa mendengar pendapat orang lain. Musa mendapati Raja Mesin yang arogan, absolut, dan kejam.

    – Kisah Haman
    Di museum tersimpan sebuah patung batu peninggalan Mesir yang terkenal dengan sebutan “Bakenkhonsu”. Patung batu itu dianalisis berasal dari zaman Ramses II, sosok yang disebut para sejarawan sebagai Firaun zaman Musa. Dalam bahasa Mesir Kuno, pelayan disebut “Ham”, dan Dewa Amun disebut “Amana”. Jika keduanya digabung menjadi “Ham-Amana”, artinya pelayan Dewa Amun. Gabungan 2 kata itu disingkat menjadi “Haman”.

Leave a Reply

Your email address will not be published.