Di lereng Gunung Merbabu, pagi sering datang bersama kabut yang turun perlahan dari punggung gunung. Rumah-rumah berdiri berjauhan, ladang sayur terbentang di sela jalan kecil, dan suara ayam bersahut dengan deru motor tua yang mulai bergerak ke pasar. Di tempat seperti itu, kehidupan berjalan tanpa banyak sorotan. Riyanto lahir danContinue Reading

Setiap tahun, menjelang akhir Ramadlan atau menjelang hari raya, kata mudik kembali terdengar di mana-mana. Terminal penuh, stasiun sesak, jalan-jalan panjang dipadati kendaraan. Orang-orang bergerak ke arah yang sama: pulang. Di balik hiruk-pikuk itu, saya sering merasa bahwa mudik bukan hanya soal perjalanan fisik. Ia adalah perjalanan batin yang sulitContinue Reading

Ada saat-saat ketika hidup terasa terlalu penuh. Penuh suara, penuh agenda, penuh percakapan yang belum selesai. Bahkan ketika tubuh berhenti, pikiran tetap berjalan. Dalam kepadatan seperti itu, saya sering bertanya: kapan terakhir kali saya benar-benar diam? I‘tikaf selalu saya pahami sebagai berdiam diri di masjid. Tinggal beberapa hari, menjauh dariContinue Reading

Di beberapa masa dalam sejarah, ada orang-orang yang memilih berbicara ketika banyak orang memilih menunggu. Bukan karena mereka tidak tahu risiko, tetapi karena diam terasa lebih berat daripada suara yang keluar. Di Indonesia akhir 1990-an, suara itu sering datang dari Amien Rais. Ia bukan tipe pembicara yang menimbang kalimat terlaluContinue Reading

Di panggung politik global hari ini, kita menyaksikan bagaimana kekuasaan sering bergerak lebih cepat daripada nurani. Dalam berbagai konflik internasional, bahasa yang digunakan oleh para pemimpin dunia sering kali terdengar tegas, strategis, dan penuh kalkulasi geopolitik—namun kerap kehilangan satu unsur yang paling mendasar: kepekaan terhadap kemanusiaan. Dalam konteks inilah, kebijakanContinue Reading

Ada malam yang disebut oleh sejarah sebagai malam turunnya Al-Qur’an. Malam ketika wahyu pertama kali menyentuh bumi, di sebuah gua kecil bernama Hira. Saya sering membayangkan suasana itu: sunyi, gelap, jauh dari keramaian kota Makkah. Tidak ada kerumunan, tidak ada perayaan. Hanya seorang manusia yang sedang gelisah memikirkan dunia diContinue Reading

Beberapa waktu terakhir, nama Ali Khamenei kembali sering disebut dalam percakapan publik, terutama ketika konflik geopolitik di Timur Tengah memanas. Bagi sebagian orang, ia dilihat sebagai simbol perlawanan terhadap dominasi global, apalagi setelah kematiannya akibat serangan Israel dan Amerika Serikat. Bagi yang lain, ia adalah figur politik yang kontroversial. NamunContinue Reading

Page 1 of 39
1 2 3 4 5 6 39