Ada kalimat yang pernah saya dengar dan diam-diam mengganggu: orang bodoh sama dengan orang jahat. Kalimat itu terdengar keras, bahkan tidak adil. Kebodohan sering kita pahami sebagai keterbatasan, bukan niat [ … ]
Category: Refleksi
Fatherless
Tidak semua kehilangan datang dengan upacara perpisahan. Ada kehilangan yang tumbuh diam-diam, hidup bersama seseorang sejak kecil, dan tidak pernah benar-benar pergi. Fatherless sering kali berada di wilayah itu—kehadiran ayah [ … ]
Menjelang Ramadlan
Ada rasa yang selalu datang menjelang Ramadlan, bahkan sebelum hilal dicari atau pengumuman disampaikan. Ia bukan kegembiraan yang meledak-ledak, melainkan semacam getar halus di dalam dada. Seperti seseorang yang tahu [ … ]
Belajar Mendengar Tanpa Segera Menjawab
Ada kebiasaan kecil yang jarang disadari: keinginan untuk segera menjawab. Saat seseorang bercerita, pikiran kita sudah menyusun respons. Saat kegelisahan muncul, kita buru-buru mencari penjelasan. Saat doa terasa sunyi, kita [ … ]
Malam yang Mengajak Berdamai
Ada malam-malam tertentu yang terasa berbeda, meski sunyinya sama. Nisfu Sya’ban sering datang seperti itu—tidak selalu riuh, tidak selalu diperingati dengan cara yang sama, tetapi diam-diam mengundang kita untuk menoleh [ … ]
Tentang Merasa Cukup
Ada masa ketika keinginan untuk “menjadi lebih” terasa begitu mendesak. Lebih pintar, lebih berguna, lebih berpengaruh, lebih diakui. Seolah hidup selalu berada dalam garis perlombaan yang tidak pernah benar-benar selesai. [ … ]
Belajar Berhenti di Tengah Jalan
Ada hari-hari ketika lelah datang tanpa sebab yang jelas. Tubuh tidak sepenuhnya sakit, pekerjaan tidak sedang menumpuk secara berlebihan, dan orang-orang di sekitar pun baik-baik saja. Namun entah mengapa, napas [ … ]








