Motivasi Islam dalam Penguasaan Sains

Sering kali sains dipahami sebagai sesuatu yang netral dan terpisah dari agama. Ia dianggap sekadar alat untuk memahami dunia dan mengembangkan teknologi. Namun dalam Islam, sains tidak pernah berdiri sendiri. Ia justru lahir dari dorongan keimanan—dari perintah untuk membaca, berpikir, mengamati, dan memahami tanda-tanda Tuhan yang tersebar di alam semesta.

Perkuliahan ini mengajak kita untuk melihat kembali bagaimana Islam memberikan motivasi yang kuat terhadap penguasaan sains. Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang ibadah ritual, tetapi juga berulang kali mendorong manusia untuk menggunakan akal, mengeksplorasi bumi, dan merenungkan penciptaan langit dan bumi. Dengan demikian, mencari ilmu bukan sekadar pilihan, tetapi bagian dari tanggung jawab sebagai manusia.

Lebih dari itu, kita akan merefleksikan posisi kita hari ini. Di tengah kemajuan teknologi yang begitu pesat, apakah kita masih memiliki dorongan untuk memahami, atau hanya menjadi pengguna? Apakah ilmu yang kita pelajari membawa kita lebih dekat kepada makna, atau justru menjauhkan kita dari kesadaran sebagai manusia?

Perkuliahan ini bukan hanya tentang mengetahui bahwa Islam mendukung sains, tetapi tentang memahami bahwa penguasaan ilmu adalah bagian dari panggilan iman.

Science is often understood as something neutral and separate from religion. It is seen merely as a tool to understand the world and develop technology. However, in Islam, science is never independent from faith. It emerges from a deep spiritual impulse—from the command to read, to think, to observe, and to understand the signs of God spread throughout the universe.

This course invites us to revisit how Islam provides a strong motivation for the pursuit and mastery of science. The Qur’an does not only speak about ritual worship, but repeatedly encourages humans to use their intellect, explore the earth, and reflect upon the creation of the heavens and the earth. Thus, seeking knowledge is not merely an option, but a responsibility.

More importantly, we will reflect on our position today. In the midst of rapid technological advancement, do we still strive to understand, or are we merely users? Does the knowledge we pursue bring us closer to meaning, or distance us from our awareness as human beings?

This course is not only about recognizing that Islam supports science, but about understanding that mastering knowledge is part of a calling of faith.

63 Comments

  1. Menurut saya, materi ini membuka sudut pandang bahwa sains dan agama sebenarnya tidak bertentangan, justru saling menguatkan. Saya jadi lebih sadar kalau belajar ilmu bukan cuma untuk kebutuhan dunia, tapi juga bagian dari bentuk keimanan. Materi ini juga bikin saya refleksi diri, apakah selama ini saya benar-benar memahami ilmu, atau hanya sekadar menggunakannya saja.

  2. Ilmu memiliki posisi yang sangat penting dalam Islam, bukan sekedar aktivitas intelektual tetapi sebagai jalan untuk memahami ciptaan Allah
    Dalil: Al-Alaq (96) ayat 1-2
    Sains bersifat Praktikal dan Spiritual, maka mempelajari ilmu tidak sepenuhnya untuk dunia tetapi juga sebagai jalan mendekatkan diri dengan Allah ‘Azza wa Jalla.
    Dalil: Ali Imran (3) ayat 190-191
    Sains itu membaca dan berpikir, sebagaimana yang termaktub didalam Al-Quran.
    Islam memandang alam itu bermakna fenomena dari tanda-tanda kebesaran Allah. Artinya setiap fenomena alam itu memiliki makna. Dan didalam Al-Quran juga mengajak manusia memperhatikan berbagai fenomena alam.
    Dalil: Al-Ghasyiyah (88) ayat: 17-20
    Islam mendorong manusia untuk menjelajahi bumi dan belajar dari realitas. Eksplorasi tidak hanya geografis, tetapi juga intelektual dalam memahami sejarah.
    Dalil: Al-Ankabut (29) ayat: 20
    Ilmu bersifat orientasi sosial dan kemanusiaan. Maka pengetahuan harus diarahkan pada kebaikan, kebijakan, dan kemaslahatan bersama.
    Jika ada perubahan cara berkomunikasi maka ada perubahan dari cara berpikirnya.
    Islam memandang bahwa kebodohan itu merupakan kejahatan yang artinya kegagalan menggunakan potensi intelektual yang telah diberikan (seperti anggota)
    Dalil: Al-A’raf (7) ayat 179

  3. indikator terpenting dalam modernism adalah sains, pengetahuan memiliki posisi yang penting dalam Islam, seperti dalam q.s Al alaq yaitu memahami membawa apa yang Allah ciptakan.
    belajar sains bukan hanya untuk dunia tetapi jalan untuk mendekatkan diri kepada allah.
    dalam Konteks sains, aktivitas ilmiah menjadi bentuk refleksi spiritual, sains juga bukan hanya mencari penjelasan tetapi juga makna.
    ilmu adalah suatu keutamaan dalam Islam dan di larang mengikuti sesuatu tanpa ilmu. maka dari itu belajar sains adalah sebagian dari ibadah

  4. Ilmu yang kita pelajari tentunya membawa manfaat nagi manusia terlebih bagi mereka yang mencari ilmu, islam memandang perncarian ilmu bagian dari perintah agama yang dimana hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan memiliki posisi penting dalam islam.

  5. Yang menjadi reminder bagi kita yang belajar yakni, Ilmu tanpa amal adalah kegilaan/kesia-siaan, sedangkan amal tanpa ilmu adalah kesesatan/tidak diterima. Maka dari itu Ilmu sejati menuntut pengamalan, bukan sekadar teori.

  6. Menurut saya, sains dan agama bukan dua hal yang terpisah, melainkan saling berkaitan. Saya juga menyadari bahwa mencari ilmu bukan hanya untuk kebutuhan duniawi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab keimanan. Materi ini mengingatkan saya untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi terus berusaha memahami dan memaknai ilmu yang dipelajari.

    1. Pada materi kali ini kita dapat mengerti bahwa segala bentuk sains tetap akan bermakna meski di bedah melalui ajaran agama. Karena dari agama islam sendiri mengajarkan bahwa pencarian ilmu merupakan sebagai bagian dari perintah agama. Dalam komunikasi mempelajari sains tentu sangat berguna untuk menambah wawasan serta menambah kosakata. Selain itu dengan mempelajari keilmuan sains juga artinya kita mengerjakan perintah agama untuk membaca, berpikir, mengamati, dan memahami tanda-tanda Tuhan yang tersebar di alam semesta.

  7. Dalam Islam, sains tidak terpisah dari agama, melainkan bagian dari amanah untuk membaca, berpikir, dan mengamati ciptaan Allah. Oleh karena itu, mempelajari ilmu pengetahuan merupakan tanggung jawab moral dan spiritual. Islam juga mengajarkan sikap kritis dan verifikasi agar manusia tidak mudah menerima informasi tanpa dasar. Ilmu yang dipelajari harus membawa kemaslahatan, seperti meningkatkan kualitas hidup, menjaga kesehatan, serta mencegah kerusakan lingkungan. Dengan demikian, sains menjadi sarana membangun peradaban yang beretika dan bermakna.

  8. ilmu menghubungkan manusia dengan Tuhan melalui pemahaman terhadap alam, belajar saint bukan hanya mengejar dunia tetapi juga dapet mendekatkan diri kepada Allah.
    Alquran mengajak manusia memperhatikan berbagai fenomena alam,
    Islam selalu melarang mengikuti sesuatu tanpa ilmu.

  9. penguasaan sains dalam Islam bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah tanggung jawab moral untuk mewujudkan peran manusia sebagai khalifah di bumi.

  10. mamahami sains bukan hanya sekedar belajar mengenai dunia akan tetapi dengen belajar sains kita dapat menjadi lebih cepat dengan sang pencipta, dengan materi ini saya juga memahami bahwasannya kita harus menggunakan akal kita dengan sebaik mungkin, dengan cara memahami dan mempraktikannya dengan baik

  11. Sains sering dianggap netral dan terpisah dari agama, tetapi dalam Islam, sains justru lahir dari dorongan keimanan. Al-Qur’an mendorong manusia untuk berpikir, mengamati, dan memahami alam, sehingga mencari ilmu menjadi bagian dari tanggung jawab manusia. Perkuliahan ini mengajak kita menyadari bahwa penguasaan ilmu bukan sekadar untuk kemajuan, tetapi juga sebagai bagian dari panggilan iman.

  12. Menurut saya, artikel tersebut menegaskan bahwa Islam dan sains bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling mendukung. Dalam Islam, mencari ilmu merupakan bagian dari ibadah, sehingga penguasaan sains seharusnya menjadi tanggung jawab umat, termasuk mahasiswa. Namun, saat ini banyak mahasiswa yang masih sebatas menjadi pengguna teknologi, bukan pencipta atau inovator.
    Saya juga setuju bahwa perkembangan sains harus dibarengi dengan nilai moral. Tanpa etika, teknologi berpotensi disalahgunakan. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki landasan nilai agar ilmu tersebut digunakan untuk kebaikan.
    Kesimpulannya, artikel ini mengingatkan bahwa menuntut ilmu bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

  13. Menurut saya, Islam dan sains merupakan dua hal yang berhubungan, karena banyak sekali hal-hal sains yang juga terdapat dalam Islam. Oleh karena itu, kita dapat mempelajari keduanya secara seimbang.

  14. mencari Ilmu bukan sekadar pilihan, tetapi bagian dari tanggung jawab sebagai manusia.

  15. Menurut saya materi tentang “Motivasi Islam untuk Penguasaan Sains” dalam Islam memandang bahwa mencari ilmu sebagai perintah dari agama berarti sama halnya mencari ilmu itu termasuk ibadah karena perintah dari Allah SWT. Dalam mencari ilmu itu juga penting menggunakan akal atau ta’qiluun berarti menunjukkan bahwa akal adalah alat yang penting dalam memahami realitas. Ilmu yang didapatkan bermanfaat untuk bekal di masa depan sesuai kemajuan teknologi. Oleh karena itu, mahasiswa belajar sains juga bagian dari beribadah karena menuntut ilmu.

  16. Sains dalam Islam tidak netral atau terpisah dari agama, tetapi lahir dari iman. Islam mendorong manusia untuk berpikir, belajar, dan memahami alam sebagai tanda kebesaran Tuhan. Karena itu, mencari ilmu adalah tanggung jawab, bukan sekadar pilihan.

  17. Sains dalam Islam terpisah dari agama, tetapi lahir dari iman. Islam mendorong manusia untuk berpikir, belajar, dan memahami alam sebagai tanda kebesaran Tuhan. Karena itu, mencari ilmu adalah tanggung jawab, bukan sekadar pilihan.

  18. Dari artikel tersebut saya belajar, bahwa sebenarnya belajar sains bukan hanya untuk dunia, tetapi juga sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam konteks sains, Islam tidak hanya menolak kebodohan, dan belajar sains adalah bagian dari ibadah.

  19. Sains dalam Islam itu bukan cuma soal teknologi atau penemuan, tapi lebih ke soal keimanan. Al-Qur’an sendiri sering banget ngajak kita buat mikir dan ngelihat keindahan alam sebagai cara buat lebih dekat sama Tuhan. Jadi, ilmu itu bukan cuma buat dipelajari, tapi juga buat menambah iman. 😊

  20. Pada materi kali ini kita dapat mengerti bahwa segala bentuk sains tetap akan bermakna meski di bedah melalui ajaran agama. Karena dari agama islam sendiri mengajarkan bahwa pencarian ilmu merupakan sebagai bagian dari perintah agama. Dalam komunikasi mempelajari sains tentu sangat berguna untuk menambah wawasan serta menambah kosakata. Selain itu dengan mempelajari keilmuan sains juga artinya kita mengerjakan perintah agama untuk membaca, berpikir, mengamati, dan memahami tanda-tanda Tuhan yang tersebar di alam semesta

  21. menurut saya Sains dan agama seringkali dipisahkan, tapi dalam Islam, keduanya sebenarnya saling terkait. Al-Qur’an mendorong kita untuk berpikir, mengamati, dan memahami alam semesta sebagai tanda-tanda Tuhan. Ini menunjukkan bahwa mencari ilmu bukan hanya pilihan, tapi tanggung jawab sebagai manusia.

    Pertanyaan reflektif di akhir materi juga sangat relevan: apakah kita hanya menjadi pengguna teknologi, atau benar-benar memahami maknanya? Apakah ilmu yang kita pelajari membawa kita lebih dekat kepada Tuhan, atau malah menjauhkan kita?

    Materi ini mengajak kita untuk melihat sains sebagai bagian dari iman, bukan hanya sekadar alat untuk memahami dunia

  22. dari materi ini saya jadi tau bahwa, sains bukan sekedar aktivitas intelektual saja, tetapi menjadi jalan untuk memahami ciptaan tuhan. maka dari itu kita sebagai manusia harus mempunyai pikiran yang kritis dan rasa ingin tau (belajar) yang tinggi, karna ilmu sangatlah penting bagi kehidupan kita.

  23. Sejak awal turunnya wahyu, Islam telah menekankan pentingnya ilmu dalam kehidupan manusia. Hal ini terlihat dari firman Allah dalam Surah Al-Alaq yang diawali dengan perintah “iqra’” (bacalah), sebagai tanda bahwa belajar dan mencari pengetahuan merupakan hal yang sangat mendasar dalam ajaran Islam. Perintah tersebut tidak hanya dimaknai sebagai membaca secara harfiah, tetapi juga mencakup memahami, menelaah, dan mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai bentuk ibadah kepada Allah. Dengan demikian, ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi karena menjadi sarana bagi manusia untuk mengenal Tuhannya, memahami kehidupan, serta menjalankan perannya dengan baik. Melalui ilmu, seseorang mampu membedakan antara yang benar dan yang salah, serta dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, menuntut ilmu dalam Islam bukan sekadar anjuran, tetapi juga merupakan kewajiban yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh, niat yang ikhlas, dan rasa tanggung jawab.

  24. menurut saya dampak ilmu komunikasi bagi saya sangat besar selain karena ilmu itu bagian dari perintah agama. ilmu juga menghubungkan saya dengah Tuhan

  25. Motivasi Islam untuk penguasaan sains. sains dan agama sering kali dianggap dua hal yg terpisah tetapi pada dasarnya dalam Islam sains bukan sekedar aktivitas intelektual tetapi jalan memahami ciptaan Allah.
    dalam Islam pun perintah membaca tidak sebatas dalam teks saja tetapi membaca realitas . Alam semesta adalah teks besar yang harus dipahami manusia dan hal ini lah yg menjadi dasar sains bagi perkembangan dalam Islam.

  26. Kita memiliki kemampuan yang sama untuk mempelajari ilmu, tinggal bagaimana kita mau atau tidak dalam mempelajari ilmu tersebut. Ilmu dan sains sangat penting untuk keberlangsungan kehidupan manusia di dunia ini. Tapi apakah ilmu yang kita pelajari adalah benar² ilmu, atau hanya sebuah teori kebiasaan turun temurun yang diajarkan, no one knows.

  27. Mencari ilmu adalah tanggung jawab, bukan sekadar pilihan.
    sains dan agama seringkali dipisahkan namun keduannya saling terikat

  28. Mencari ilmu adalah tanggung jawab, bukan sekadar pilihan.
    sains dan agama seringkali dipisahkan namun keduannya saling terikat
    sains bukan aktivitas intelektual tetapi cara memahami ciptaan allah yang di hubungkan dengan pengetahuan
    serta Komunikasi mengajarkan tentang tidak hanya berhubungan dengan manusia namun dengan tuhannya

  29. Saya melihat alam sebagai ayat atau tanda tanda kebesaran Allah yang penuh makna, sehingga sains menjadi alat untuk memahami dan merenungkan kebesaran-Nya. Sains dalam Islam memiliki tujuan untuk kebaikan manusia dan sebagai bentuk ibadah, sehingga kita harus bijak memanfaatkan dan menjaga alam. Dengan demikian, iman, sains, dan alam saling melengkapi dalam membentuk manusia yang cerdas dan memiliki kesadaran spiritual.

  30. Sains seharusnya tidak hanya menjadikan kita pengguna teknologi, tapi juga mendorong kita untuk berpikir dan memaknai ilmu sebagai bentuk tanggung jawab manusia kepada penciptaan.

  31. Islam memandang pencarian ilmu sebagian dari perintah agama. Maka manfaatnya bagi saya seperti menghubungkan saya dengan tuhan dan sedang menjalankan perintah agama.

  32. Menurut saya materi hari ini yang berjudul “Motivasi Islam untuk Penguasaan Sains” dalam Islam memandang bahwa mencari ilmu sebagai perintah dari agama berarti sama halnya mencari ilmu itu termasuk ibadah karena perintah dari Allah SWT. Dalam mencari ilmu itu juga penting menggunakan akal atau ta’qiluun berarti menunjukkan bahwa akal adalah alat yang penting dalam memahami realitas. Ilmu yang didapatkan bermanfaat untuk bekal di masa depan sesuai kemajuan teknologi. Oleh karena itu, mahasiswa belajar sains juga bagian dari beribadah karena menuntut ilmu.

  33. Artikel ini mengingatkan bahwa dalam Islam, menuntut ilmu adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab sosial. Hal ini juga relevan dengan ilmu komunikasi yang saya pelajari, karena tidak hanya bermanfaat untuk menyampaikan pesan, tetapi juga membangun pemahaman dan kebaikan di masyarakat.

  34. Saya setuju bahwa perkembangan sains harus dibarengi dengan nilai moral. Tanpa etika, teknologi berpotensi disalahgunakan. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki landasan nilai agar ilmu tersebut digunakan untuk kebaikan.

  35. hal yang pertama diajakan sejak turunnya Al-qur’an adalah membaca. maknanya tidak seringkas itu, perlu dipahami dan diamati.
    Alam juga dijadikan sebagai tanda tanda kebesaran Allah, proses terjadinya siang dan malam. itu adalah salah satu bukti nyata yang terjadi dalam kehidupan sehari hari.
    yang perlu diingat lagi adalah ilmu merupakan sebuah keutamaan, dengan ilmu kita dapat membedakan yang baik dan benar, sedangkan kebodohan adalah kejahatan. satu yang masih sering ditemui saat ini adalah islam itu bukan ikut ikut, bukan keimanan buta, melainkan. diiringi dengan pengetahuan.

    semua itu refleksi diri, bahwa semua ini sesuai dengan firman-Nya “agar kalian semua berfikir”

  36. sains tidak terpisah dari agama, karena dalam Islam sains lahir dari dorongan iman untuk memahami alam. oleh karena itu, mencari ilmu adalah tanggung jawab, dan kita tidak boleh hanya menjadi pengguna, tetapi juga harus bisa memahami agar ilmu mendekatkan kita pada makna hidup.

  37. dari pembelajaran hari ini saya mendapat pengetahuan baru,ternyata dalam islam derajat orang yang berilmu dan beriman ditinggikan.

  38. Dalam pandangan Islam, sains dipahami sebagai sarana untuk memahami ciptaan Allah sekaligus menjadi bagian dari ibadah. Agama berperan memberikan arah, nilai, dan tujuan, sedangkan sains menghadirkan pendekatan empiris untuk menyingkap berbagai rahasia alam

  39. Islam memberikan ruang yang sangat luas bagi akal untuk bereksplorasi. Seringkali ada ketakutan bahwa sains akan menggoyahkan iman, namun justru berargumen sebaliknya: semakin dalam kita mempelajari keteraturan alam semesta melalui sains, semakin kuat bukti-bukti keagungan penciptaan yang kita temukan. Ini ajakan untuk menjadi Muslim yang rasional sekaligus spiritual.

  40. pembahasan dalam artikel ini memberikan pemahaman sudut pandang yang penting terhadap perkembangan zaman saat ini. yang mana dalam islam penguasaan sains bukan sekedar untuk kepentingan dunia tetapi juga bagian dari ibadah… dengan sains dapat membantu manusia memahami ciptaan tuhan dan memahmi perannyaa… artikel ini dapat memotivasi umat islam untuk tidak hanya memahami agama tetapi juga menguasai sains dan tetap berpegang pada nilai nilai moral

  41. motivasi islam untuk penguasaan sains

    Jika kita mempelajari sains secara terus menerus lama kelamaan kita dapat mengendalikan alam, karena dalam pembelajaran sains ini kita diberikan petunjuk dan cara bagaimana kita bisa memahami dan mengendalikan alam. sains tidak hanya mempelajari hal hal yang ada didunia melaikan juga mendorong kita untuk bisa lebih dekat dengan Allah SWT, dalam Al-Qur’an mengajak untuk kita bisa memperhatikan fenomena” alam yang dimana pada setiap fenomenanya akan ada makna hikmah dan pembelajarannya.

  42. Motivasi islam untuk penguatan sains. dalam pembelajaran ini menjelaskan bahwa sains bukan hanya mempelajari mengenai hal hal yang ada didunia melainkan menuntun kita untuk bisa memahami setiap fenomena yang ada didunia untuk bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Al-Qur’an menjadi salah satu petunjuk kita dalam memahami makna dunia dan untuk kita bisa mengendalikan dunia ini.

  43. Perkuliahan ini bukan hanya tentang mengetahui bahwa Islam mendukung sains, tetapi tentang memahami bahwa penguasaan ilmu adalah bagian dari panggilan iman. Di tengah kemajuan teknologi yang begitu pesat, apakah kita masih memiliki dorongan untuk memahami, atau hanya menjadi pengguna saja? Apakah ilmu yang kita pelajari akan membawa kita lebih dekat kepada makna, atau justru menjauhkan kita dari kesadaran sebagai manusia? Maka dari itu di perkuliahan ini bukan hanya tentang mengetahui bahwa Islam mendukung sains, tetapi tentang memahami bahwa penguasaan ilmu adalah bagian dari panggilan iman.

  44. Menurut saya, sains dan agama itu sebenarnya saling berkaitan bukan sesuatu yang harus dipisahkan. Dari materi yang udah dijelaskan jadi sadar kalau mencari ilmu bukan cuma untuk kebutuhan dunia aja tetapi juga bagian dari tanggung jawab sebagai manusia. Ilmu yang dipelajari seharusnya tidak hanya dipahami tapi juga diamalkan agar punya makna

  45. Menurut pendapat saya, materi ini menarik karena membuka cara pandang baru bahwa sains ternyata tidak selalu berdiri sendiri, melainkan bisa berjalan beriringan dengan agama, khusunya islam. jadi bukan hanya perspektif bahwa sains hanya tentang teknologi dan logika, melainkan ada keimanan didalamnya.

    1. menurut saya islam mengajarkan ilmu dan sains sebagai hal yang penting dalam kehidupan kita, salah satu nya yaitu mendekatkan diri kepada allah dan memberi manfaat bagi sesama manusia

  46. Al-Quran secara ekplisit memberikan petunjuk kepada manusia untuk menjai orang yang berfikir terhadap semua ciptaan Allah bajk yang di bumi maupun yang di langit, islam akan selalu selaras dengan sains.

  47. Menurut saya, ilmu yang kita pelajari pada dasarnya bisa membawa manfaat bagi manusia, tetapi itu sangat bergantung pada bagaimana kita menggunakannya dan untuk tujuan apa ilmu tersebut diarahkan. Jika ilmu hanya berhenti pada teori atau digunakan tanpa tanggung jawab, maka ia bisa kehilangan arah bahkan berpotensi merugikan. Sebaliknya, ketika ilmu disertai dengan sikap kritis, nilai moral, dan orientasi pada kemaslahatan, maka ilmu tersebut akan benar-benar menjadi sarana untuk membantu sesama dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Jadi, penting bagi kita untuk terus bertanya pada diri sendiri apakah ilmu yang kita pelajari sudah memberikan manfaat nyata bagi orang lain, agar ilmu itu tidak hanya kita miliki, tetapi juga kita maknai dan amalkan dengan benar.

  48. Dalam Islam, sains merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual untuk memahami serta memanfaatkan ciptaan Allah secara bijakk dan bermanfaat. Dengan mempelajari sains, manusia tidak hanya memahami dunia, tetapi juga semakin mendkatkan diri kepada Sang Pencipta melalui penggunaan akal yng kritis dan bertanggung jawab

  49. Menurut saya, materi ini merupakan pengingat penting agar kita tetap menjadi subjek yang berpikir dan bijaksana, bukan sekadar objek dari kemajuan zaman. Ilmu yang kita pelajari harusnya membuat kita lebih rendah hati dan sadar akan peran kita di dunia.

    1. Dari sini saya belajar bahwa Sains bukan sekadar alat untuk memahami dunia, tetapi juga jembatan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ketika kita mempelajari ilmu pengetahuan, sebenarnya kita sedang membaca tanda-tanda kebesaran-Nya yang tersebar di alam semesta. Namun, adab tetap menjadi hal utama, karena orang beradab sudah pasti berilmu, sedangkan orang berilmu belum tentu beradab. Bodoh belajar, pintar jangan kurang ajar!

  50. dulu saya menganggap ilmu sains dan agama tidak sejalan, namun setelah membaca materi ini pandangan saya berubah 360 derajat. Banyak sekali penggalan2 surah dari al quran yang berhubungan dengan sains bahkan lebih dulu lahir

  51. hal baru yang saya pahami yaitu, bahwa ternyata islam dan sains memiliki hubungan yang integratif, di mana Islam mendorong pencarian ilmu pengetahuan sebagai bentuk ibadah.

  52. Menurut saya islam menempatkan Kan ilmu dan sains sebagai bagian penting dalam kehidupan yang tidak hanya bertujuan memahami alam tetapi juga sebagai bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah dengan ilmu manusia didorong untuk berpikir kritis mencari kebenaran serta memberi manfaat bagi sesama sehingga ilmu tidak sekedar untuk kepentingan dunia tetapi juga bernilai akhirat

  53. Menurut saya islam menempatkan Kan ilmu dan sains sebagai bagian penting dalam kehidupan yang tidak hanya bertujuan memahami alam tetapi juga sebagai bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah dengan ilmu manusia didorong untuk berpikir kritis mencari kebenaran serta memberi manfaat bagi sesama sehingga ilmu tidak sekedar untuk kepentingan dunia tetapi juga bernilai akhirat

  54. slam mendukung kemajuan sains sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab Muslim untuk memberi manfaat bagi dunia. Mempelajari ilmu pengetahuan adalah wujud menjalankan perintah agama.

  55. menurut saya islam mengajarkan ilmu dan sains sebagai hal yang penting dalam kehidupan kita, salah satu nya yaitu mendekatkan diri kepada allah dan memberi manfaat bagi sesama manusia

  56. menurut saya Islam menempatkan ilmu dan sains sebagai bagian penting dalam kehidupan yang tidak hanya bertujuan memahami alam tetapi juga sebagai bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah dengan ilmu manusia didorong untuk berpikir kritis mencari kebenaran serta memberi manfaat bagi sesama sehingga ilmu tidak sekedar untuk kepentingan dunia tetapi juga bernilai akhirat

  57. dalam materi ini saya memahami bahwa Motivasi Islam untuk menguasai sains berlandaskan pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah yang menekankan pentingnya menuntut ilmu sebagai bentuk ibadah, seperti perintah pertama “Iqra” (bacalah) dalam surah Al-Alaq, yang mendorong umat Islam untuk mempelajari alam semesta sebagai tanda kekuasaan Allah SWT

  58. pada dasarnya ilmu dan sains adalah hal yang saling berhubungan dimana dua hal ini tidak bisa di pisahkan krna kehidupan manusia di dunia sangt membutuhkan ilmu agama dan sains

  59. pada dasarnya ilmu dan sains adalah hal yang saling berhubungan dimana dua hal ini tidak bisa di pisahkan krna kehidupan manusia di dunia sangt membutuhkan ilmu agama dan sains

  60. Menarik juga kalau dipikir pikir, kita hidup di zaman di mana orang lebih takut ketinggalan sinyal daripada ketinggalan ilmu. Padahal Islam dari dulu sudah bilang, nafsu itu bukan sekedar “nggak tahu” tapi kegagalan menggunakan potensi yang sudah dikasihani. Jadi belajar sains bukan sekedar soal nilai atau karir, tapi semacam cara kita membaca alam yang memang sengaja ditata untuk dipahami. Dan yang bikin menarik, semakin dalam kita masuk ke ilmu pengetahuan, bukan malah jauh dari Tuhan, tapi justru makin susah untuk tidak percaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *