Project Akhir Semester: Dakwah Digital Berbasis Masjid untuk Keadilan Sosial
Dalam konteks perkembangan teknologi digital yang semakin masif, masjid tidak hanya berfungsi sebagai ruang ibadah, tetapi juga sebagai pusat produksi pengetahuan, nilai, dan komunikasi sosial. Pada saat yang sama, tantangan keadilan dalam akses dan pemanfaatan teknologi masih menjadi persoalan nyata, terutama di kalangan remaja dan komunitas lokal. Oleh karena itu, diperlukan upaya konkret untuk menghadirkan teknologi sebagai sarana dakwah yang inklusif, berkeadilan, dan relevan dengan kehidupan masyarakat.
Sebagai mahasiswa Program Studi Komunikasi, Anda dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam praktik sosial yang berdampak. Dalam rangka itu, tugas akhir semester ini dirancang dalam bentuk project kolaboratif berbasis komunitas, di mana Anda akan bekerja dalam kelompok (masing-masing terdiri atas 5 orang) untuk mendampingi remaja masjid di lingkungan sekitar dalam mengembangkan channel dakwah digital berbasis masjid.
Pendampingan ini tidak sekadar bersifat teknis (misalnya membuat akun media sosial atau memproduksi konten), tetapi juga mencakup proses yang lebih mendalam: membantu remaja masjid memahami peran teknologi dalam dakwah, membangun narasi keislaman yang ramah, inklusif, dan berkeadilan, serta mengembangkan strategi komunikasi digital yang efektif dan berkelanjutan. Anda diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam berkemajuan, prinsip keadilan sosial, serta sensitivitas terhadap konteks lokal dalam setiap proses yang dilakukan.
Output dari project ini meliputi: (1) terbentuknya atau berkembangnya satu channel dakwah digital (misalnya Instagram, TikTok, YouTube, atau platform lainnya) yang dikelola oleh remaja masjid; (2) produksi konten dakwah digital yang mencerminkan nilai keadilan, inklusivitas, dan kebermanfaatan sosial; (3) laporan reflektif kelompok yang menjelaskan proses pendampingan, tantangan yang dihadapi, strategi yang digunakan, serta analisis kritis terhadap relasi antara teknologi, dakwah, dan keadilan.
Melalui project ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga agen perubahan yang mampu mengarahkan teknologi untuk kemaslahatan umat. Dakwah tidak lagi dipahami semata sebagai ceramah, tetapi sebagai praktik kehadiran sosial yang memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan keadilan, memperluas akses pengetahuan, dan membangun komunitas yang lebih inklusif.
A. Deskripsi Tugas
- Bentuk: Project kelompok (5 mahasiswa per kelompok)
- Mitra: Remaja masjid di lingkungan sekitar mahasiswa
- Fokus: Pengembangan channel dakwah digital berbasis masjid
- Durasi: ±8–10 minggu (setengah semester)
- Pendekatan: pendampingan partisipatif (bukan sekadar intervensi teknis)
B. Tujuan Pembelajaran
Mahasiswa mampu:
- Mengaplikasikan teori komunikasi digital dalam konteks dakwah
- Mengintegrasikan nilai Islam, teknologi, dan keadilan sosial
- Melakukan community engagement secara etis dan reflektif
- Mengembangkan strategi komunikasi berbasis audiens (remaja)
- Memproduksi konten digital yang relevan, inklusif, dan berdampak
C. Output Wajib
- Channel Digital Aktif
- Platform: IG / TikTok / YouTube / Podcast (pilih salah satu/lebih)
- Minimal:
- 10 konten utama (video/visual/audio)
- 3 konten interaktif (polling, Q&A, live, dll)
- Branding Channel
- Nama channel
- Logo & identitas visual
- Bio/deskripsi channel
- Nilai dakwah (visi-misi singkat)
- Strategi Konten
- Target audiens
- Pilar konten (misal: edukasi, refleksi, lifestyle islami, dll)
- Kalender konten (minimal 2 minggu)
- Laporan Tertulis
- Profil mitra (remaja masjid)
- Proses pendampingan
- Strategi komunikasi
- Analisis keadilan teknologi
- Refleksi kritis
- Presentasi Akhir
- Demo channel
- Insight & pembelajaran
- Dampak yang dihasilkan
D. Tahapan Kegiatan
1. Mapping & Observasi (Minggu 1)
- Identifikasi masjid & remaja
- Observasi:
- Aktivitas dakwah yang sudah ada
- Literasi digital remaja
- Potensi & tantangan
- Bertemu Takmir dan Remaja Masjid
- Wawancara
- Permohonan izin
2. Perencanaan (Minggu 2)
- Menentukan:
- Platform utama
- Nama & konsep channel
- Menyusun:
- Pilar konten
- Gaya komunikasi (tone: santai, reflektif, edukatif)
- Diskusi bersama remaja masjid (co-creation)
3. Produksi & Pendampingan (Minggu 3)
- Pelatihan sederhana:
- Copywriting dakwah
- Editing dasar (video/design)
- Produksi konten bersama:
- Minimal 2 konten/minggu
- Upload & optimasi:
- Caption, hashtag, timing
- Interaksi dengan audiens
4. Evaluasi & Refleksi (Minggu 4)
- Analisis performa:
- Views, likes, engagement
- Diskusi dengan remaja masjid:
- Apa yang berhasil/gagal
- Refleksi:
- Apakah teknologi sudah menghadirkan keadilan?
- Siapa yang terjangkau / belum terjangkau?
E. Prinsip Pendampingan (WAJIB)
- Partisipatif (bukan top-down)
- Inklusif (ramah gender, sosial, dll)
- Kontekstual (sesuai budaya lokal)
- Etis (tidak eksploitatif)
- Berkelanjutan (channel tetap bisa jalan setelah project selesai)
F. Integrasi Tema “Teknologi & Keadilan”
Mahasiswa harus menunjukkan:
- Akses: siapa yang bisa/tidak bisa mengakses?
- Representasi: suara siapa yang muncul?
- Dampak: apakah memperkuat keadilan sosial?
- Bias: apakah ada bias gender/kelas/digital?
G. Rubrik Penilaian
- Proses Pendampingan (20%)
- Keterlibatan dengan komunitas
- Kolaborasi dengan remaja masjid
- Kualitas Channel & Konten (25%)
- Kreativitas
- Konsistensi
- Relevansi dengan audiens
- Strategi Komunikasi (15%)
- Kejelasan target audiens
- Keutuhan branding & pesan
- Integrasi Nilai Islam & Keadilan (20%)
- Kedalaman refleksi
- Sensitivitas sosial
- Laporan & Analisis (10%)
- Struktur
- Kedalaman analisis
- Presentasi (10%)
- Kejelasan penyampaian
- Demonstrasi hasil
H. Indikator Keberhasilan
- Channel aktif & berkelanjutan
- Remaja masjid mampu melanjutkan secara mandiri
- Konten mendapatkan interaksi nyata
- Ada perubahan cara pandang terhadap dakwah digital
- Mahasiswa mampu mengaitkan praktik dengan teori
I. Catatan Penting
- Hindari dakwah yang menghakimi atau eksklusif
- Fokus bukan pada “viral”, tetapi bermakna dan berdampak
- Tidak perlu alat mahal (gunakan HP yang ada)
- Utamakan narasi yang relevan dengan kehidupan remaja



