Ali Imron selalu datang dengan buku yang tidak sedang dibicarakan siapa pun. Kadang buku itu tentang kesehatan masyarakat, kadang tentang sosiologi pengetahuan, kadang tentang sesuatu yang tak langsung terbaca dari sampulnya. Ia meletakkannya di meja tanpa pengumuman, seperti benda yang kebetulan ikut terbawa. Percakapan lalu dimulai dari hal lain, danContinue Reading

Pukul sepuluh malam, dapur rumah kontrakan itu masih menyala. Lampu neon menggantung rendah, memantulkan bayangan sendok dan panci di dinding yang mulai mengelupas. Rina berdiri di depan kompor, mengaduk sayur bening yang sudah hampir dingin. Api dikecilkan sejak setengah jam lalu, tapi panci belum dipindahkan. Di ruang tengah, suara televisiContinue Reading

Jam dinding di sudut masjid menunjuk angka 04.12. Lampu-lampu belum sepenuhnya padam ketika Sardi menurunkan sandalnya dari rak kayu paling bawah. Gerakannya pelan, seperti tak ingin mengganggu kesunyian yang tersisa setelah jamaah subuh beranjak pulang. Tangannya meraih sapu lidi yang disandarkan di tiang serambi. Ia mulai menyapu, dari sudut kiriContinue Reading

Page 2 of 2
1 2