Hakekat selalu ada dalam pikiran manusia. Sejak dulu, manusia selalu berpikir tentang hakekat segala sesuatu: tersusun dari apa? darimana asal atau sumbernya? bagaimana prosesnya? dan lain-lain. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu menghasilkan banyak pemikiran dalam rangkaian sejarah pikiran manusia selama berabad-abad, dan selanjutnya terakumulasi menjadi berbagai aliran dalam filsafat. Itulah FilsafatContinue Reading

Sepanjang sejarah, ummat manusia selalu memproduksi pikiran-pikiran tentang diri dan alam semesta, bahkan menembus batas-batas imajinatif yang bisa diraba oleh indera manusia. Dialektika itu terekam melalui filsafat, karena filsafat merefleksikan pikiran manusia. Pada perkembangannya, filsafat kemudian mendorong sebuah upaya yang sistematis tentang pikiran untuk menemukan sesuatu yang bisa disebut kebenaran.Continue Reading

Makanan (dan minuman) merupakan kebutuhan dasar makhluk hidup demi kelangsungan hidup mereka. Allah menyediakan bahan-bahan yang cukup di alam ini untuk dikonsumsi oleh makhluk hidup di muka bumi. Akan tetapi, khusus bagi manusia, Allah memberikan petunjuk yang lebih spesifik dalam urusan makanan. Hal ini menunjukkan bahwa di dalam makanan terkandungContinue Reading

Wajah Islam Indonesia hari ini dan ke depan memerlukan kesinambungan: selain tetap mempertahankan karakternya yang moderat, ummat Islam harus berkemajuan agar mampu berkompetisi dengan umat dan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia baru di abad modern yang sangat dinamis dan kompleks. Sikap wasathiyah (moderat) yang berwajah lembut, damai, teduh, toleran, danContinue Reading

Semenjak awal berdirinya, para aktivis awal Muhammadiyah dan Aisyiyah sudah berjuang untuk menyebarkan Muhammadiyah dan Aisyiyah ke seluruh pelosok tanah air, sehingga jaringan Muhammadiyah dan Aisyiyah akhirnya semakin berkembang dari waktu ke waktu. Jaringan-jaringan tersebut kemudian dikoordinasikan membentuk struktur organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah, mulai dari tingkat Pimpinan Pusat, Pimpinan WilayahContinue Reading

Modernisasi dalam masyarakat Muslim berlangsung unik. Semakin modern masyarakat Eropa justru semakin sejalan dengan ide-ide sekularisme (Wuthnow, 1988). Sebaliknya, semakin modern masyarakat Muslim justru semakin memperhatikan nilai-nilai agama (Hefner, 2000). Ciri yang paling menonjol di Dunia Islam saat ini ialah “objektivikasi pengetahuan keagamaan”, dimana pengetahuan dan praktik Islam merupakan objekContinue Reading

Page 20 of 24
1 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24