Abdul Munir Mulkhan dan Kesetiaan pada Pertanyaan
Pagi di rumah itu berjalan pelan. Tidak ada tanda-tanda kesibukan besar, tidak ada jadwal yang ditempel di dinding. Cahaya masuk dari jendela, jatuh miring ke rak buku yang sudah lama penuh. Buku-buku itu tidak tersusun berdasarkan tema besar atau warna sampul. Sebagian miring, sebagian ditumpuk, sebagian lain tampak sering disentuh—halamannyaContinue Reading








