Ada hari-hari ketika kamu bangun dengan rencana yang rapi, tapi semuanya berjalan setengah-setengah. Fokus mudah buyar, pekerjaan terasa berat, dan apa pun yang kamu lakukan seperti tidak pernah cukup. Pada hari seperti itu, wajar kalau kamu mulai menyalahkan diri sendiri. Tapi barangkali masalahnya bukan pada kemampuanmu, melainkan pada ekspektasi yangContinue Reading

Pukul sepuluh malam, dapur rumah kontrakan itu masih menyala. Lampu neon menggantung rendah, memantulkan bayangan sendok dan panci di dinding yang mulai mengelupas. Rina berdiri di depan kompor, mengaduk sayur bening yang sudah hampir dingin. Api dikecilkan sejak setengah jam lalu, tapi panci belum dipindahkan. Di ruang tengah, suara televisiContinue Reading

Di ruang digital, nama tampak sederhana. Ia hadir sebagai kolom wajib saat mendaftar akun, mengisi formulir daring, atau membuat identitas pengguna. Namun di balik kesederhanaannya, nama bekerja sebagai penanda yang sangat menentukan: siapa yang terlihat, siapa yang dikenali, dan siapa yang dianggap “sesuai sistem”. Fenomena ini jarang disadari karena berlangsungContinue Reading

Ada masa ketika keinginan untuk “menjadi lebih” terasa begitu mendesak. Lebih pintar, lebih berguna, lebih berpengaruh, lebih diakui. Seolah hidup selalu berada dalam garis perlombaan yang tidak pernah benar-benar selesai. Setiap pencapaian segera disusul oleh target berikutnya, dan setiap keberhasilan terasa cepat basi. Di tengah semua itu, saya mulai bertanyaContinue Reading

KHUTBAH PERTAMA ٱلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ ٱللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. ٱللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ،Continue Reading

Ada kalanya kamu memberi terlalu cepat. Waktu, perhatian, tenaga—semuanya mengalir begitu saja, karena kamu tidak ingin mengecewakan siapa pun. Kamu terbiasa mengatakan “iya”, bahkan sebelum sempat bertanya pada diri sendiri apakah kamu sanggup. Memberi memang terdengar mulia. Tapi memberi tanpa batas sering berakhir melelahkan. Bukan karena orang lain selalu salah,Continue Reading

Page 17 of 46
1 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 46