Ramadlan dan Etika Menahan Diri di Zaman Serba Cepat
Ramadlan selalu datang dengan cara yang sama, tetapi disambut dalam situasi yang tak pernah benar-benar serupa. Tahun demi tahun, bulan ini hadir di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang terus bergerak. Ia tidak berdiri di ruang hampa. Ramadlan tiba di tengah ritme hidup yang semakin cepat, budaya yang semakinContinue Reading
Tentang Tidak Selalu Menjelaskan Diri
Ada saatnya kamu merasa perlu menjelaskan segalanya. Pilihanmu, keputusanmu, bahkan diam-mu. Seolah-olah jika tidak diberi keterangan, orang lain berhak menilai sesuka hati. Pelan-pelan, menjelaskan diri berubah menjadi kebiasaan yang melelahkan. Padahal, tidak semua orang memang ingin memahami. Sebagian hanya ingin memastikan bahwa kamu sesuai dengan harapan mereka. Ketika kamu sibukContinue Reading
Ali Imron dan Ruang Ketiga
Ali Imron selalu datang dengan buku yang tidak sedang dibicarakan siapa pun. Kadang buku itu tentang kesehatan masyarakat, kadang tentang sosiologi pengetahuan, kadang tentang sesuatu yang tak langsung terbaca dari sampulnya. Ia meletakkannya di meja tanpa pengumuman, seperti benda yang kebetulan ikut terbawa. Percakapan lalu dimulai dari hal lain, danContinue Reading
Menjelang Ramadlan
Ada rasa yang selalu datang menjelang Ramadlan, bahkan sebelum hilal dicari atau pengumuman disampaikan. Ia bukan kegembiraan yang meledak-ledak, melainkan semacam getar halus di dalam dada. Seperti seseorang yang tahu akan bertemu tamu penting, tetapi belum sepenuhnya siap menyambutnya. Ada harap, ada rindu, dan ada kegelisahan kecil yang sulit dijelaskan.Continue Reading
Metodologi Dakwah, dan Cara Berpikir yang Sering Kita Lewati
Saya semakin sering merasa bahwa dakwah dibicarakan terlalu cepat, sementara metodologinya jarang benar-benar dipikirkan. Kita sibuk bertanya apa yang harus disampaikan, tetapi jarang berhenti cukup lama untuk bertanya bagaimana cara kita memahami manusia yang kita ajak bicara. Metodologi dakwah sering dipahami sebagai teknik penyampaian: retorika, media, gaya bahasa. Padahal, sebelumContinue Reading
Epigenetika dan Cara Baru Memahami Warisan Kehidupan
Selama bertahun-tahun, kita terbiasa memahami kehidupan melalui satu rumus yang terasa mapan: gen menentukan siapa kita. Warna mata, tinggi badan, bahkan kecenderungan penyakit sering dijelaskan sebagai “warisan genetik”. Narasi ini terasa sederhana dan meyakinkan. Namun, dalam dua dekade terakhir, ilmu pengetahuan mulai memperlihatkan gambaran yang lebih kompleks. Di sinilah epigenetikaContinue Reading







