Secara historis, Islam tidak hadir dalam ruang hampa agama. Jauh sebelum Islam datang, ada banyak agama yang sudah berkembang di Jazirah Arab dan sekitarnya: Kristen, Yahudi, Zoroaster, paganisme, dan lain-lain. Di tengah keberagaman itu, sejarah Islam menampilkan sikap otentik yang terhormat dan beradab dalam hubungan antar-ummat beragama.Continue Reading

Historically, Islam did not exist in a religious vacuum. Long before Islam came, there were many religions that had developed in the Arabian Peninsula: Christianity, Judaism, Zoroastrianism, paganism, and others. In the midst of this diversity, Islamic history displays an authentic, respectable and civilized attitude in inter-religious relations.Continue Reading

Setiap manusia yang lahir ke dunia ini tidak hadir dalam ruang sosial yang kosong. Ruang sosial kita dipenuhi dengan interaksi yang membentuk pikiran dan perilaku. Interaksi sosial itu senantiasa berkembang seiring dengan pertumbuhan setiap orang. Semakin intensif interaksi sosial dalam masyarakat akan membangun kelompok sosial yang pada akhirnya memunculkan identitasContinue Reading

Secara linguistik, teologi adalah wacana yang berdasarkan nalar mengenai agama, spiritualitas dan Tuhan. Dengan demikian, teologi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan beragama. Teologi meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan. Para teolog berupaya menggunakan analisis dan argumen-argumen rasional untuk mendiskusikan, menafsirkan, dan mengajarkan salah satuContinue Reading

Kesalehan merupakan buah dari iman. Orang yang melaksanakan ajaran agama secara taat disebut sebagai orang yang saleh. Akan tetapi, dalam kondisi tertentu, al-Quran justru melaknat orang yang menjalankan ketaatan beragama (kesalehan). Hal ini disebabkan karena kesalehan itu hanya berimplikasi pada dirinya sendiri, sementara buah dari kesalehan itu tidak berimbas kepadaContinue Reading

Pikiran dan tindakan manusia dalam kehidupan sehari-hari sangat bervariasi, dan seringkali saling bertolak belakang satu sama lain. Hal ini memotivasi nalar penilaian dalam pikiran manusia untuk menentukan mana yang baik dan yang buruk, atau yang benar dan yang salah, atau yang indah dan yang tak indah. Pikiran-pikiran manusia untuk menilaiContinue Reading

Pikiran manusia berkembang sangat liar, menembus batas-batas di luar pengalaman manusia. Artinya, kebenaran pikiran-pikiran ontologis masih disangsikan validitasnya. Oleh karena itu, pikiran-pikiran atau pengetahuan-pengetahuan yang dihasilkan manusia harus diuji kebenarannya: apakah pengetahuan itu merupakan kebenaran, atau hanya sekedar imajinasi, ilusi, atau mitos? Didorong oleh motivasi menemukan kebenaran, maka pikiran-pikiran manusiaContinue Reading

Page 26 of 32
1 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32