Beberapa tahun terakhir, dua istilah semakin sering muncul dalam percakapan tentang kerja: burnout dan quiet quitting. Yang pertama menunjuk pada kelelahan emosional dan mental akibat tekanan kerja berkepanjangan. Yang kedua merujuk pada sikap bekerja secukupnya—tidak lebih, tidak kurang—tanpa ambisi melampaui deskripsi tugas. Keduanya sering dibicarakan dengan nada khawatir. Ada yangContinue Reading

Ada fase hidup ketika pertanyaan-pertanyaan besar tidak lagi terasa jauh. Tentang makna, tentang kematian, tentang apa yang tersisa ketika tubuh tidak lagi sekuat dulu. Fase itu sering kita sebut usia lanjut. Namun menjadi lansia bukan sekadar soal angka, melainkan tentang pergeseran pengalaman diri. Saya mulai memikirkan lansia bukan pertama-tama sebagaiContinue Reading

Saya semakin sering merasa bahwa dakwah dibicarakan terlalu cepat, sementara metodologinya jarang benar-benar dipikirkan. Kita sibuk bertanya apa yang harus disampaikan, tetapi jarang berhenti cukup lama untuk bertanya bagaimana cara kita memahami manusia yang kita ajak bicara. Metodologi dakwah sering dipahami sebagai teknik penyampaian: retorika, media, gaya bahasa. Padahal, sebelumContinue Reading

Ada jenis kelelahan yang tidak pernah benar-benar kita ceritakan. Ia tidak dramatis, tidak selalu disertai keluhan, dan jarang menemukan bahasa yang pantas. Kelelahan ini tidak muncul dari satu peristiwa besar, melainkan dari pengulangan kecil yang terus-menerus: bangun, bekerja, memenuhi peran, lalu mengulanginya lagi keesokan hari. Ia tidak membuat seseorang robohContinue Reading

Saya sering bertanya-tanya, apakah kita masih benar-benar berpikir ketika pengetahuan datang begitu cepat. Bukan dalam arti kurang cerdas, melainkan dalam arti kurang sempat diam. Kita hidup di masa ketika jawaban selalu tersedia, tetapi pertanyaan jarang diberi waktu untuk tumbuh. Mesin pencari, algoritma, dan ringkasan instan membuat pengetahuan terasa seperti sesuatuContinue Reading

Page 4 of 4
1 2 3 4