Tadi malam saya mendengar satu gagasan yang tampak sederhana dari kawan saya, Ali Imron, ketika berceramah di masjid dekat rumah, namun dalam: gerak adalah sendi kehidupan. Semua benda di jagat raya, pada prinsipnya, bergerak untuk mempertahankan keseimbangan. Tidak ada yang benar-benar diam. Bahkan yang kita anggap statis sekalipun, pada levelContinue Reading

Ada satu kata yang sering kita ucapkan, tetapi jarang kita renungkan secara mendalam: akhlaq. Ia terdengar sederhana, bahkan klasik. Kita mengajarkannya kepada anak-anak, menyebutnya dalam khutbah, menuliskannya dalam visi lembaga. Namun justru karena terlalu sering disebut, ia mudah menjadi slogan. Saya mulai bertanya: apa sebenarnya akhlaq itu? Apakah ia sekadarContinue Reading

Saya sering merasa bahwa kata ideologi hari ini terdengar berat, bahkan mencurigakan. Ia diasosiasikan dengan kekakuan, polarisasi, atau fanatisme. Sebaliknya, kata pragmatisme terdengar lebih luwes, lebih realistis, lebih membumi. Dalam banyak percakapan publik, sikap pragmatis sering dipuji sebagai tanda kedewasaan: tidak terlalu ideologis, tidak terlalu kaku, yang penting bisa bekerjaContinue Reading

Saya sering bertanya dalam diam: apa arti menjadi kader Muhammadiyah hari ini? Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi ia membawa kita pada lapisan yang lebih dalam—tentang identitas, tentang komitmen, tentang arah gerakan di tengah dunia yang berubah cepat. Perkaderan selama ini dipahami sebagai jantung gerakan. Ia bukan sekadar proses administratif, bukanContinue Reading

Saya sering merasa bahwa tauhid terlalu sering dibicarakan sebagai konsep yang agung, tetapi jauh. Ia diajarkan sebagai fondasi iman, sebagai inti ajaran Islam, sebagai kalimat pertama yang diucapkan dan terakhir yang diharapkan. Namun dalam keseharian, terutama bagi anak-anak muda, tauhid kadang terdengar abstrak. Seolah ia hanya milik ruang teologi, bukanContinue Reading

Ada satu jenis kesunyian yang jarang dibicarakan secara terbuka: kesunyian laki-laki. Ia tidak selalu terlihat dalam statistik, tidak selalu terucap dalam forum, dan sering tersembunyi di balik ekspresi datar yang dianggap wajar. Kita terbiasa melihat laki-laki sebagai figur yang kuat, rasional, dan stabil. Namun di balik citra itu, ada kegamanganContinue Reading

Saya sering bertanya-tanya, ketika seseorang hari ini ingin belajar agama, kepada siapa ia sebenarnya berguru? Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi di dalamnya tersembunyi perubahan besar. Dahulu, otoritas agama relatif jelas: kiai di pesantren, ustaz di masjid, ulama yang dikenal melalui sanad keilmuan yang panjang. Kini, seseorang bisa belajar melalui potonganContinue Reading

Page 4 of 6
1 2 3 4 5 6