Ada langit yang sama menaungi kita semua. Tetapi di bawah langit itu, tidak semua orang tidur dengan tenang. Setiap kali saya mendengar nama Gaza, yang terbayang bukan peta, bukan garis batas, melainkan malam yang tidak pernah benar-benar sunyi. Malam yang dipecah suara ledakan, oleh ketakutan yang tak sempat disiapkan. SayaContinue Reading

Ada tempat-tempat yang tidak pernah saya datangi, tetapi terasa dekat di dada. Palestina adalah salah satunya. Saya mengenalnya dari berita, dari foto-foto reruntuhan, dari wajah anak-anak yang menatap kamera dengan campuran takut dan tegar. Jarak geografisnya jauh, tetapi entah mengapa ia sering hadir dalam doa-doa yang pelan. Setiap kali kabarContinue Reading

Perbedaan awal Ramadhan dan Idul Fitri bukan fenomena baru dalam sejarah Islam. Sejak awal, umat Islam hidup dalam rentang geografis luas dengan metode penentuan bulan yang beragam. Namun dalam era globalisasi, ketika informasi bergerak dalam hitungan detik dan mobilitas lintas negara menjadi biasa, perbedaan tanggal semakin terasa sebagai persoalan simbolikContinue Reading

Beberapa waktu terakhir, saya sering memikirkan kembali apa arti tauhid dalam hidup saya. Selama ini, tauhid terasa seperti sesuatu yang sangat kokoh di kepala—keyakinan tentang satu Tuhan, tentang tidak ada yang setara dengan-Nya. Ia jelas, tegas, dan tidak ambigu. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari, saya mulai bertanya: apakah tauhid itu benar-benarContinue Reading

Ada satu kata yang sering kita ucapkan, tetapi jarang kita renungkan secara mendalam: akhlaq. Ia terdengar sederhana, bahkan klasik. Kita mengajarkannya kepada anak-anak, menyebutnya dalam khutbah, menuliskannya dalam visi lembaga. Namun justru karena terlalu sering disebut, ia mudah menjadi slogan. Saya mulai bertanya: apa sebenarnya akhlaq itu? Apakah ia sekadarContinue Reading

Saya sering merasa bahwa kata ideologi hari ini terdengar berat, bahkan mencurigakan. Ia diasosiasikan dengan kekakuan, polarisasi, atau fanatisme. Sebaliknya, kata pragmatisme terdengar lebih luwes, lebih realistis, lebih membumi. Dalam banyak percakapan publik, sikap pragmatis sering dipuji sebagai tanda kedewasaan: tidak terlalu ideologis, tidak terlalu kaku, yang penting bisa bekerjaContinue Reading

Di ruang kuliah itu, papan tulis tidak pernah benar-benar bersih. Ada sisa garis dari pertemuan sebelumnya—panah yang menghubungkan satu istilah dengan istilah lain, lingkaran yang mengitari kata “agama”, tanda tanya kecil di sudut kanan atas. Ketika M. Amin Abdullah masuk, ia tidak langsung menghapusnya. Ia menatapnya sejenak, seperti sedang membacaContinue Reading

Page 10 of 46
1 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 46