Sepuluh hari pertama Ramadlan selalu terasa penuh semangat. Ada energi baru, ada niat yang diperbarui, ada harap yang masih segar. Tetapi ketika memasuki sepuluh hari kedua, suasananya berbeda. Ramadlan tidak lagi terasa baru, tetapi juga belum sampai pada puncaknya. Ia berada di tengah—dan mungkin di situlah ujian sebenarnya. Di faseContinue Reading

Ramadlan selalu datang seperti tamu yang dinanti. Hari pertama terasa berbeda—suasana lebih hening, langkah terasa lebih hati-hati. Ada semangat yang segar, seperti membuka lembaran baru yang masih bersih. Tetapi setelah beberapa hari berjalan, saya mulai menyadari bahwa Ramadlan bukan hanya tentang semangat awal. Ia tentang bagaimana hati menyesuaikan diri. SepuluhContinue Reading

Kemarin sore, suasana di UNISA terasa sedikit berbeda. Meja-meja disusun lebih rapat, takjil disiapkan dengan sederhana, dan wajah-wajah yang duduk bersama di lantai Masjid Walidah Dahlan tidak semuanya berasal dari latar yang sama. Ada mahasiswa Muslim yang berpuasa. Ada mahasiswa non-Muslim yang hadir untuk berbuka bersama. Kami tidak hanya berbagiContinue Reading

Kita hidup dalam masyarakat yang semakin majemuk, tetapi pada saat yang sama semakin mudah terbelah. Identitas—agama, budaya, pilihan politik, bahkan preferensi gaya hidup—sering kali menjadi garis pemisah yang tegas. Di ruang digital, algoritma memperkuat gema kelompok sendiri. Di ruang sosial, pergaulan cenderung berputar pada yang sejenis. Dalam situasi seperti ini,Continue Reading

Tadi malam saya mendengar satu gagasan yang tampak sederhana dari kawan saya, Ali Imron, ketika berceramah di masjid dekat rumah, namun dalam: gerak adalah sendi kehidupan. Semua benda di jagat raya, pada prinsipnya, bergerak untuk mempertahankan keseimbangan. Tidak ada yang benar-benar diam. Bahkan yang kita anggap statis sekalipun, pada levelContinue Reading

Ada begitu banyak hal yang ingin kita sembah hari ini, meski kita tidak pernah menyebutnya demikian. Angka-angka di layar, pengakuan yang datang dalam bentuk notifikasi, reputasi yang dibangun dari persepsi. Dunia terasa penuh dengan pusat-pusat kecil yang meminta perhatian, waktu, dan energi kita. Dan tanpa sadar, hati menjadi terbagi. DiContinue Reading

Ada nama-nama yang langsung memanggil emosi. Israel adalah salah satunya. Ketika nama itu disebut, banyak perasaan bergerak bersamaan—marah, sedih, kecewa, bahkan bingung. Tetapi di balik nama itu, saya mencoba berhenti sejenak dan bertanya: apa yang sebenarnya sedang saya rasakan? Sering kali kita berhadapan dengan sebuah nama sebagai simbol. Ia menjadiContinue Reading

Page 9 of 46
1 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 46