Ada malam yang disebut oleh sejarah sebagai malam turunnya Al-Qur’an. Malam ketika wahyu pertama kali menyentuh bumi, di sebuah gua kecil bernama Hira. Saya sering membayangkan suasana itu: sunyi, gelap, jauh dari keramaian kota Makkah. Tidak ada kerumunan, tidak ada perayaan. Hanya seorang manusia yang sedang gelisah memikirkan dunia diContinue Reading

Beberapa waktu terakhir, nama Ali Khamenei kembali sering disebut dalam percakapan publik, terutama ketika konflik geopolitik di Timur Tengah memanas. Bagi sebagian orang, ia dilihat sebagai simbol perlawanan terhadap dominasi global, apalagi setelah kematiannya akibat serangan Israel dan Amerika Serikat. Bagi yang lain, ia adalah figur politik yang kontroversial. NamunContinue Reading

Ada berita-berita yang datang seperti gelombang besar. Ia mengguncang perasaan, bahkan sebelum kita sempat mencerna seluruhnya. Beberapa hari terakhir, dunia mendengar kabar tentang gugurnya pemimpin Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara besar yang dilakukan oleh Israel dengan dukungan Amerika Serikat pada akhir Februari 2026. Berita seperti iniContinue Reading

Sepuluh hari pertama Ramadlan selalu terasa penuh semangat. Ada energi baru, ada niat yang diperbarui, ada harap yang masih segar. Tetapi ketika memasuki sepuluh hari kedua, suasananya berbeda. Ramadlan tidak lagi terasa baru, tetapi juga belum sampai pada puncaknya. Ia berada di tengah—dan mungkin di situlah ujian sebenarnya. Di faseContinue Reading

Ramadlan selalu datang seperti tamu yang dinanti. Hari pertama terasa berbeda—suasana lebih hening, langkah terasa lebih hati-hati. Ada semangat yang segar, seperti membuka lembaran baru yang masih bersih. Tetapi setelah beberapa hari berjalan, saya mulai menyadari bahwa Ramadlan bukan hanya tentang semangat awal. Ia tentang bagaimana hati menyesuaikan diri. SepuluhContinue Reading

Kemarin sore, suasana di UNISA terasa sedikit berbeda. Meja-meja disusun lebih rapat, takjil disiapkan dengan sederhana, dan wajah-wajah yang duduk bersama di lantai Masjid Walidah Dahlan tidak semuanya berasal dari latar yang sama. Ada mahasiswa Muslim yang berpuasa. Ada mahasiswa non-Muslim yang hadir untuk berbuka bersama. Kami tidak hanya berbagiContinue Reading

Kita hidup dalam masyarakat yang semakin majemuk, tetapi pada saat yang sama semakin mudah terbelah. Identitas—agama, budaya, pilihan politik, bahkan preferensi gaya hidup—sering kali menjadi garis pemisah yang tegas. Di ruang digital, algoritma memperkuat gema kelompok sendiri. Di ruang sosial, pergaulan cenderung berputar pada yang sejenis. Dalam situasi seperti ini,Continue Reading

Page 7 of 32
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 32