Syawal: Setelah Riuh itu Pergi
2026-03-28
Syawal datang dengan cara yang lebih sunyi. Jika Ramadlan terasa penuh dan Idul Fitri riuh dengan perjumpaan, maka Syawal hadir seperti ruang yang ditinggalkan—lebih lengang, lebih pelan, dan entah mengapa, lebih jujur. Takbir telah selesai. Tamu-tamu mulai berkurang. Meja makan kembali seperti biasa. Kehidupan perlahan kembali ke ritme semula. DanContinue Reading
Idul Fitri: Kembali ke Kesucian, Kembali pada Kemanusiaan
2026-03-23
Setiap tahun, Idul Fitri hadir sebagai penanda yang dinanti. Ia datang setelah satu bulan penuh latihan spiritual, menutup rangkaian ibadah Ramadlan dengan suasana kegembiraan yang khas. Namun di balik gema takbir, silaturahmi, dan tradisi mudik yang menghangatkan, Idul Fitri menyimpan pertanyaan yang lebih mendasar: apa arti kembali, dan ke manaContinue Reading







