Amin Abdullah dan Jembatan yang Tak Selesai Dibangun
Di ruang kuliah itu, papan tulis tidak pernah benar-benar bersih. Ada sisa garis dari pertemuan sebelumnya—panah yang menghubungkan satu istilah dengan istilah lain, lingkaran yang mengitari kata “agama”, tanda tanya kecil di sudut kanan atas. Ketika M. Amin Abdullah masuk, ia tidak langsung menghapusnya. Ia menatapnya sejenak, seperti sedang membacaContinue Reading







